Header Ads

Orang Tua Korban Dugaan Pemerkosaan Anak SD dengan Anak SD, Tuding Pihak Yayasan Nur Padhilah Lalai dan Lambat

MEDAN | mitrapolri1.net - Dugaan kasus kekerasan seksual dengan korban di bawah umur dilakukan pelaku di bawah umur pula terjadi di Yayasan Nur Fadhilah Medan Marelan.

Menurut keterangan dari korban, dia mendapatkan pelakuan kekerasan seksual tersebut di Kamar Mandi Yayasan Nur Padhilah yang berada di  Marelan III Pasar 3 Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan, oleh abang kelas.

"Saya baru tahu pada saat saya hendak mencuci, saya melihat ada bercak darah di celana dalam anak saya, saat kami pertanyakan anak saya mengatakan kalau alat kelaminnya dimasukin burung Abang Beroy (jawab si Korban dengan lugunya)" jelas Ibu Korban (nama dan identitas keluarga korban dirahasiakan).

Korban juga menjelaskan bahwa pada saat kejadian, terduga pelaku dan korban sempat di pertemukan oleh Guru, keterangan dari si anak tadi ini yang membuat Orang Tua Korban Kecewa, kenapa pihak Yayasan Nur Padhilah tidak langsung memberitahukan kepada pihak keluarga korban.

Orang Tua Korban pun langsung membuat Laporan ke Polres Pelabuhan Belawan, dengan LP Nomor : LP/B/871/VIII/SPKT/Polres Pel. Blwn/POLDA SUMATERA UTARA.

Dimana saat ini kondisi korban dalam kondisi yang cukup perlu pendampingan psikologis, karena efek daripada terjadinya  tindakan kekerasan seksual tersebut.

"Saat ini kami masih berupaya memulihkan kondisi fisiknya, untuk memulihkan kondisi psikis tentu kondisi fisiknya harus dipulihkan dulu" tuturnya.

Orang tua korban merasa kecewa kepada pihak Yayasan Nur Padhilah, yang dianggap Lalai dan Lambat, tidak langsung mengabari atau memberitahukan ke keluarga korban pada saat kejadian, dan hingga saat inipun menurut keluarga korban pihak Yayasan Nur Padhilah belum datang untuk melihat keadaan kondisi si anak.

Saat dikonfirmasi langsung ke Yayasan Nur Padhilah, Wakil Kepala Sekolah SD mengatakan "Kami tidak tahu kejadian tersebut Pak, kami tahunya saat Orang tua si anak datang dan marah-marah kepada kami terus akan melaporkan kami ke Kepolisian, namun walau begitupun pihak Yayasan Nur Padhilah tetap mencoba menyelesaikan masalah ini dengan baik, tapi pihak keluarga korban tidak dapat dihubungi" pungkas Wakil Kepala Sekolah SD Yayasan Nur Padhilah. Rabu (16/9/2026). 

(mp1.net)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.